Peristiwa
March 2012

Perusahaan Multinasional Masuk NIP

Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKII) memperkirakan tren permintaan perusahaan terhadap lahan industri akan terus berlanjut tahun ini. HKII mencatat sedikitnya ada 20 perusahaan skala besar berencana untuk membangun pabrik baru di kawasan industri dengan tingkat kebutuhan lahan mencapai 400 Ha.

Salah satu kawasan industri yang merasakan adalah Ngoro Industrial Park (NIP) yang dikembangkan oleh PT Dharmala RSEA Industrial Estate, perusahaan join venture PT Intiland Sejahtera (anak perusahaan PT Intiland Development Tbk) dengan RSEA Engineering Corporation, Taiwan. Seperti dikatakan oleh General Manager NIP Wihardi Hosen sejak tahun 2010 jumlah permintaan lahan industri dari perusahaan-perusahaan skala besar meningkat signifikan ke kawasan industri yang berlokasi di Ngoro, Mojokerto, Jawa Timur ini.

“Luas lahan yang dibutuhkan setiap perusahaan cukup besar, rata-rata mulai 5-20 Ha. Mereka ingin membangun pabrik baru untuk mendongkrak kapasitas produksi, khususnya untuk memenuhi kebutuhan pasar di kawasan Indonesia Timur,” ujar Wihardi. Contohnya, salah satu produsen popok bayi dan perlengkapan wanita terkemuka PT Unicharm Indonesia yang berbasis di Jepang, yang telah membeli lahan seluas 20 hektar di Blok D2, NIP II. Penandatanganan dilakukan oleh Sinarto Dharmawan presiden direktur PT Intiland Sejahtera sekaligus chief operating officer PT Intiland Development Tbk dan Presiden Direktur PT Unicharm Indonesia Yoshihiro Miyabayashi.

Selain Unicharm, sejumlah perusahaan multinasional lain juga sudah menanamkan investasinya di NIP sejak setahun terakhir. Antara lain PT Yakult Indonesia Persada, produsen minuman kesehatan Yakult (anak usaha Yakult Honsha Co. Ltd dari Jepang) lalu Aje Group, produsen minuman Big Cola asal Peru yang bahkan sudah memulai tahapan pembangunan pabriknya. Sejumlah perusahaan mancanegara lain juga sudah memulai pembangunan pabriknya seperti Grup Evialis dari Perancis, PT Indoworld asal Thailand, PT Sunpower Ceramic dari Taiwan. Adapun  perusahaan dari dalam negeri antara lain PT. Charoen Pokphand Indonesia, produsen makanan beku Fiesta dan PT Bambang Jaya, produsen alat listrik (Transformer).

“Untuk kawasan Timur, Ngoro menjadi pilihan pertama bagi para investor untuk ekspansi kapasitas produksi. Dari total investasi lahan industri yang masuk ke Jawa Timur tahun 2011, NIP punya porsi paling besar, dengan penjualan lahan industri lebih dari 40 ha,” ujar Wihardi. Menurutnya, pada triwulan I 2012 akan ada beberapa perusahaan besar yang berencana memasukan investasinya di NIP.

Intiland tahun ini menargetkan dapat memasarkan sedikitnya 40 ha lahan industri, serupa dengan tahun 2011. Tingkat kebutuhan lahan tersebut jauh lebih besar dibandingkan sebelum tahun 2010 yang rata-rata hanya 5-10 ha/tahun. Lonjakan ini seiring banyaknya perusahaan melakukan ekspansi untuk mengantisipasi tingginya pertumbuhan pasar, khususnya di kawasan timur Indonesia. **

Related Articles

Share

About Author

(1) Reader Comment

  1. sayangnya bagi kami orang pribumi sendri daerah ngoro sangat susah sekali untuk bisa ditrimah bekerja dsalah satu perusahaan di daerah NIP.kenapa ya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>